Tidur

Kaki memanjang tak sampai pembatas
Berdua terdampar di atas kapal ternyaman
Jaring tebal tak belubang meringkusnya 
Terperangkap ia dalam nikmat 
Hangat menyergap, hangat menyelimutinya 
Ada kata yang mengedar kedua telinga mungil
Yang mengudara berirama merdu
Bergerak pelan, sangat pelan, sampai terpejam
Pejam tipuan menyusahkan Bunda
Mundur lagi berdua kembali
Tidur di malam hari ketika bulan mengganti mentari 
Tutup semangat, hidupkan esok
Tutup mata, hidupkan mimpi
Tutup pintu, jangan gaduh kembali

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai